Pada tulisan kali ini, saya ingin membagikan pengalaman pribadi saya saat mengajukan visa Permanent Resident atau izin tinggal permanen di Jepang pada tahun 2025.
Saya mengajukan permohonan visa permanen pada 20 April 2025 dan mendapatkan hasilnya pada 8 Juli 2025. Jadi, total waktu menunggu sekitar 2,5 bulan.
Perlu saya tekankan bahwa pengalaman setiap orang bisa berbeda-beda, tergantung kondisi keluarga, pekerjaan, penghasilan, pajak, status visa, dan dokumen pendukung masing-masing. Tulisan ini hanya berdasarkan pengalaman pribadi saya.
Background Singkat
Berikut adalah kondisi saya saat mengajukan visa permanen:
- Saya adalah perempuan WNI, berusia 25 tahun
- Status saya saat itu adalah mahasiswa S3 dan bekerja part-time sebagai peneliti dan penerjemah
- Pasangan saya adalah Warga Negara Jepang, berusia 28 tahun, dan bekerja full-time di pemerintahan
- Kami menikah pada tahun 2022
- Kami belum memiliki anak
- Visa saya sebelumnya adalah Nihonjin no Haigūsha atau Spouse of Japanese National (visa saya saat itu adalah durasi 3 tahun)
- Saya mengurus seluruh proses sendiri tanpa bantuan jasa gyōseishoshi
Bagi warga negara asing yang menikah dengan Warga Negara Jepang, persyaratan pengajuan visa permanen dapat dilihat melalui situs resmi Imigrasi Jepang berikut:
https://www.moj.go.jp/isa/applications/procedures/zairyu_eijyu01.html
Konsultasi ke Imigrasi Sebelum Mengajukan
Sebelum menyiapkan dokumen, saya terlebih dahulu berkonsultasi di loket konsultasi Imigrasi Nagoya pada 14 Maret 2025.
Setelah staf imigrasi memahami kondisi saya dan suami, mereka memberikan checklist dokumen yang perlu saya siapkan. Checklist tersebut mencakup dokumen milik saya dan juga dokumen milik suami.
Menurut saya, konsultasi terlebih dahulu sangat membantu karena dokumen yang diperlukan bisa berbeda-beda tergantung kondisi masing-masing orang. Dengan adanya checklist dari imigrasi, saya jadi lebih mudah memahami dokumen apa saja yang harus dikumpulkan.
Pendaftaran Awal Pengajuan Permanent Resident
Setelah mendapatkan checklist, saya langsung meminta formulir pengajuan untuk saya isi. Setelah formulir tersebut selesai diisi, saya menyerahkannya ke loket pendaftaran.
Pada hari itu juga, saya mendapatkan nomor registrasi pengajuan visa Permanent Resident. Nomor registrasi ini penting karena digunakan sebagai identitas pengajuan kita, terutama jika nanti dokumen dikirim melalui pos atau jika imigrasi meminta dokumen tambahan.
Pengiriman Dokumen — 20 April 2025
Dokumen pengajuan bisa diserahkan langsung ke loket imigrasi atau dikirim melalui pos. Dalam kasus saya, saya memilih untuk mengirimkan semua dokumen melalui pos.
Saya mengirim dokumen tersebut ke alamat Imigrasi Nagoya dan menujukannya ke bagian screening dokumen khusus Permanent Resident. Di dalam berkas, saya juga mencantumkan nomor registrasi pengajuan Permanent Resident yang sebelumnya saya dapatkan saat pendaftaran di loket.
Setelah dokumen dikirim, saya hanya perlu menunggu kabar dari imigrasi.
Permintaan Dokumen Tambahan — 26 Mei 2025
Setelah sekitar satu bulan menunggu, saya menerima surat dari kantor imigrasi. Isi surat tersebut adalah permintaan dokumen tambahan, yaitu surat bukti perkawinan.
Setelah menerima surat tersebut, saya segera menyiapkan dan mengirimkan dokumen yang diminta ke imigrasi.
Dari pengalaman ini, menurut saya penting untuk rutin mengecek kotak pos selama masa penantian, karena imigrasi bisa saja mengirimkan surat permintaan dokumen tambahan.
Pengajuan Permanent Resident Diterima — 8 Juli 2025
Pada tanggal 8 Juli 2025, saya memeriksa kotak pos di rumah dan mendapatkan surat pemberitahuan bahwa pengajuan visa Permanent Resident saya diterima.
Setelah menerima kabar tersebut, saya segera pergi ke kantor imigrasi untuk mengambil residence card terbaru.
Akhirnya, setelah menunggu sekitar 2,5 bulan, proses pengajuan visa permanen saya selesai.
Penutup
Itulah pengalaman saya mengurus visa Permanent Resident di Jepang pada tahun 2025. Saya mengurus semuanya sendiri tanpa bantuan jasa, dan menurut saya prosesnya cukup bisa dilakukan sendiri selama dokumen dipersiapkan dengan teliti.
Namun, karena kondisi setiap orang berbeda, saya sangat menyarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu ke kantor imigrasi terdekat sebelum mengajukan. Dengan begitu, kita bisa mendapatkan informasi dokumen yang lebih sesuai dengan kondisi masing-masing.
Semoga pengalaman ini bisa membantu teman-teman yang sedang mempertimbangkan untuk mengajukan visa Permanent Resident di Jepang.
Terima kasih sudah membaca!
Sebagai contoh, berikut adalah checklist yang saya dapatkan dari Imigrasi Nagoya:


Leave a comment